Assalammu'alaikum,,,Irasshaimase,Wilujeng Sumping, Selamat datang ^_^
Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 April 2011

Hati Seorang Ayah...

Source : Google.com
(Taken from : Alamin313.blogspot.com "Epilog Satu Perjalanan", Thanks to permit share this written, Jazaakallahu khairan katsira ^_^) 


"Suatu ketika, ada seorang anak perempuan yang bertanya kepada ayahnya, tatkala tanpa sengaja dia melihat ayahnya sedang mengusap wajahnya yang mulai berkerut-merut dengan badannya yang terbongkok-bongkok, disertai suara batuk-batuknya.


Anak perempuan itu bertanya pada ayahnya : "Ayah, mengapa wajah ayah kian berkerut-merut dengan badan ayah yang kian hari kian membongkok ?" Demikian pertanyaannya, ketika ayahnya sedang berehat di beranda.


Si ayah menjawab : "Sebab saya lelaki."


Anak perempuan itu berkata sendirian : "saya tidak mengerti"...


Dengan kerut-kening kerana jawapan ayahnya membuatnya termenung rasa kebingungan.


Ayah hanya tersenyum, lalu dibelainya rambut anaknya itu, terus menepuk-nepuk bahunya, kemudian si ayah mengatakan : "Anakku, kamu memang belum mengerti tentang lelaki." Demikian bisik Si ayah, yang membuat anaknya itu bertambah kebingungan.


Kerana perasaan ingin tahu, kemudian si anak itu mendapatkan ibunya lalu bertanya kepada ibunya : "Ibu, mengapa wajah Ayah jadi berkerut-merut dan badannya kian hari kian membongkok? Dan sepertinya ayah menjadi demikian tanpa ada keluhan dan rasa sakit ?"


Ibunya menjawab : "Anakku, jika seorang lelaki yang benar-benar bertanggungjawab terhadap keluarga itu memang akan demikian."


Hanya itu jawapan si ibu. Si anak itupun kemudian membesar dan menjadi dewasa, tetapi dia tetap juga masih tercari-cari jawapan, mengapa wajah ayahnya yang tampan menjadi berkerut-merut dan badannya menjadi membongkok?


Hingga pada suatu malam, dia bermimpi. Di dalam impian itu seol h dia mendengar suara yang sangat lembut, namun jelas sekali. Dan kata-kata yang terdengar dengan jelas itu ternyata suatu rangkaian kalimah sebagai jawapan rasa kebingungannya selama ini.


"Saat Ku-ciptakan lelaki. saya membuatnya sebagai pemimpin keluarga serta sebagai tiang penyangga dari bangunan keluarga, dia senantiasa akan berusaha untuk menahan setiap hujungnya, agar keluarganya merasa aman, teduh dan terlindung."


"Ku ciptakan bahunya yang kuat dan berotot untuk membanting-tulang menghidupi seluruh keluarganya dan kegagahannya harus cukup kuat pula untuk melindungi seluruh keluarganya."


"Ku berikan kemahuan padanya agar selalu berusaha mencari sesuap nasi yang berasal dari titisan keringatnya sendiri yang halal dan bersih, agar keluarganya tidak terlantar, walaupun seringkali dia mendapat cercaan dari anak-anaknya".


"Ku berikan keperkasaan dan mental baja yang akan membuat dirinya pantang menyerah, demi keluarganya dia merelakan kulitnya tersengat panasnya matahari, demi keluarganya dia merelakan badannya berbasah kuyup kedinginan dan kesejukan kerana tersiram hujan dan dihembus angin, dia relakan tenaga perkasanya dicurahkan demi keluarganya, dan yang selalu dia ingat, adalah disaat semua orang menanti kedatangannya dengan mengharapkan hasil dari jerih-payahnya."


"Kuberikan kesabaran, ketekunan serta kesungguhan yang akan membuat dirinya selalu berusaha merawat dan membimbing keluarganya tanpa adanya keluh kesah, walaupun disetiap perjalanan hidupnya keletihan dan kesakitan kerapkali menyerangnya".


"Ku berikan perasaan cekal dan gigih untuk berusaha berjuang demi mencintai dan mengasihi keluarganya, didalam suasana dan situasi apapun juga, walaupun tidaklah jarang anak-anaknya melukai perasaannya, melukai hatinya.


Padahal perasaannya itu pula yang telah memberikan perlindungan rasa aman pada saat dimana anak-anaknya tertidur lelap. Serta sentuhan perasaannya itulah yang memberikan kenyamanan bila saat dia sedang menepuk-nepuk bahu anak-anaknya agar selalu saling menyayangi dan saling mengasihi sesama saudara."


"Ku berikan kebijaksanaan dan kemampuan padanya untuk memberikan pengertian dan kesedaran terhadap anak-anaknya tentang saat kini dan saat mendatang, walaupun seringkali ditentang bahkan dikotak-katikkan oleh anak-anaknya."


"Ku berikan kebijaksanaan dan kemampuan padanya untuk memberikan pengetahuan dan menyedarkan, bahawa isteri yang baik adalah isteri yang setia terhadap suaminya, isteri yang baik adalah isteri yang senantiasa menemani, dan bersama-sama menghadapi perjalanan hidup baik suka mahupun duka, walaupun seringkali kebijaksanaannya itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada isteri, agar tetap berdiri, bertahan, sepadan dan saling melengkapi serta saling menyayangi."


"Ku berikan kerutan diwajahnya agar menjadi bukti, bahawa lelaki itu senantiasa berusaha sekuat daya fikirnya untuk mencari dan menemukan cara agar keluarganya dapat hidup didalam keluarga bahagia dan badannya yang terbongkok agar dapat membuktikan, bahawa sebagai lelaki yang bertanggungjawab terhadap seluruh keluarganya, senantiasa berusaha mencurahkan sekuat tenaga serta segenap perasaannya, kekuatannya, kesungguhannya demi kelanjutan hidup keluarganya."


"Ku berikan kepada lelaki tanggungjawab penuh sebagai pemimpin keluarga, sebagai tiang penyangga ( seri / penyokong ), agar dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya. Dan hanya inilah kelebihan yang dimiliki oleh lelaki, walaupun sebenarnya tanggungjawab ini adalah amanah di dunia dan akhirat."


Terkejut si anak dari tidurnya dan segera dia berlari, berlutut dan berdoa hingga menjelang subuh. Setelah itu dia hampiri bilik ayahnya yang sedang berdoa, ketika ayahnya berdiri si anak itu menggenggam dan mencium telapak tangan ayahnya.


"saya mendengar dan merasakan bebanmu, ayah."


Sumber:kakciknah (sahabat dari komuniti ukhwah)


Note: Bila ayah anda masih hidup jangan sia-siakan kesempatan untuk membuat hatinya gembira. Bila ayah anda telah tiada, jangan putuskan tali silaturahmi yang telah dirintisnya dan doakanlah agar Allah selalu
menjaganya dengan sebaik-baiknya. Amin."

Minggu, 03 April 2011

Memahamimu...

source : google.com
Entah apa yang tengah Dia belajarkan pada saya.
Untuk pertama kalinya saya merasa dibelajarkan secara lebih dekat dengan sosok yang bernama "lelaki". Ada banyak hal baru yang membuat saya termenung, melakukan kilas balik dan bertanya pada diri , seperti apakah perasaan terdalam seorang mahluk yang bernama lelaki??

Saya teringat akan ayah saya, kakak, adik serta sepupu laki-laki saya. Saya baru lebih memahami jika menjadi lelaki itu tidak mudah. Saat seorang wanita merasakan kesedihan, atau depress. Selain Tuhan, setidaknya ada tempat dimana dia bisa berbagi. Dia bisa bercerita pada sahabatnya. Sedang seorang lelaki?? cenderung sepertinya sulit seperti itu. Streotype yang ada membuat dia menjadi sosok yang seolah kadang harus selalu tampak tegar, pantang menangis, pantang mengeluh . Padahal sesungguhnya karena ia adalah manusia maka ia memiliki sisi manusiawi yang ingin juga dipahami dan dimengerti.

Pernah terlintas di benak saya saat merasa "dunia" begitu kejam. Salah satunya dunia kerja yang memungkinkan orang menghalalkan berbagai cara. Saya yang hanya seorang wanita dapat merasakan begitu "kerasnya dunia kerja" lalu kemudian saya berpikir..bagaimana dengan para lelaki ini??
Tentu saja dia harus berkompetisi dengan yang lainnya. Saat ego beradu, mempertaruhkan harga diri sebaga seorang lelaki , dimana sikut menyikut sudah bukan barang langka saat ini.

Kemudian saya menjadi berempati terhadap " lelaki " saya teringat almarhum ayah, kakak, adik dan sepupu2, teman2 dan sahabat2 saya. Saya merenung, bahwa di saat semua penat mendera, setelah Tuhan , seseorang butuh "sandaran" yang perannya lebih dari seorang "sahabat maupun orangtua" dimana ia bisa melepas semua penat , keluh kesah. Hingga saya berpikir kembali mungkin benar inilah hikmah kenapa Dia menciptakan lelaki dan wanita untuk saling melengkapi. "sandaran" adalah tempat men"charge" lagi semangat yang sempat menyusut. Menumpahkan resah pada pasangan, setidaknya membuat lega , beban yang ada terasa ringan, membuat hati menjadi hangat dan mewarnai kembali cerianya dia, setelah berjibaku seharian dengan segala rutinitas pekerjaan...Baiti jannati..
Wallahu'alam bishshowab

Kamis, 31 Maret 2011

Menjemput Pasangan Jiwa...

source : isyaratpena.files.wordpress.com
Setiap orang pasti merindukan untuk berkeluarga,
Membangun impian bersama keluarga kecilnya dll
Namun kemudian tidak setiap orang diberikan kesempatan itu...
Mungkin sebagai ujian kesabaran, mungkin juga karena seseorang itu belum lulus "feet n propher test" sehingga belum layak untuk diberi amanah tersebut...
Dan jikalau  belum layaknya "seseorang" seharusnya mendorong dia untuk senantiasa meng-up grade dirinya untuk sampai ke level yang "seharusnya"

Hm...menemukan pasang jiwa itu memang tidak mudah kawan...
Ada banyak variabel , ada banyak probabilitas disana 
Semua adalah "misteri" indah yang sudah dirancang sedemikian rupa oleh-Nya...
Dan saat pun Dia memberikan "seseorang itu" maka Dia hanya akan memberi seseorang yang kita butuhkan to complete our life dan bukan yang kita inginkan...

Menjemput belahan jiwa, dengan segala pernak pernik dan lika likunya adalah "seni" dari-Nya..
Kita tetap saja diminta untuk berusaha, tidak sekedar hanya pasrah...
Bukan konsep yang sekedar "pasrah" yang Dia inginkan..
Menjemput memiliki makna melakukan pekerjaan (jemput) dengan aktif jika meminjam istilah kamus bahasa Indonesia...
Jadi tetap saja artinya menjemput mengandung makna "usaha" ikhtiar,baru kemudian menyerahkan semua pada ketetapan-Nya...

Jika Dia telah berkehendak mendorong seseorang untuk menjemput pasangan jiwanya...
Maka bersyukurlah, karena tidak semua orang diberikan pemahaman dan keberanian untuk melakukannya...
Dan kemudian saat pun telah menemukannya, seperti apa kita menjemputnya, bagaimana kita menjalani proses "penjemputan: tersebut hingga saat kita mantap dan teryakinkan jika Ia pasangan jiwa yang selama ini kita cari...
Maka ingatkan diri untuk senantiasa meluruskan niat, teruslah mendekat pada-Nya...
Karena jika kita ingin sebuah keberkahan dan keridhaan-Nya dalam menjalani hidup, maka..
Kelurusan niat, kesungguhan dan permohonan untuk selalu dijaga oleh-Nya
Merupakan suatu hal yang harus benar-benar dipahami... 

Wallahu'alam bishshowab...
" Ya Allah luruskan niat kami saat kami hendak menjemput pasangan jiwa kami, jaga dan peliharalah kami dalam setiap prosesnya. Rabb, anugerahkanlah kami pasangan jiwa yang mencintai-Mu, yang cintanya membuat kami semakin mencintai-Mu. Berkahilah dan ridhailah kami...amin"

Selasa, 29 Maret 2011

Sahabatmu, Sahabatku juga ..... ^_^ * so pd mode on ..hehehe

Wit n Ndra ^^v

adik ma kaka ketemu gede dan lahir dari rahim yang berbeda tapi mirip buanget yaks? hehe :D
Ada banyak kisah yang kita lewati saat kita bersahabat dengan seseorang, suka duka...semua hal menjadi satu. Ya, sahabat bagi saya adalah salah satu bagian terpenting who fill our's life :) , yang mengisi hari-hari dan kekosongan diri. Yang selalu mendukung serta tak luput mengingatkan jika diri ini khilaf ... bagi saya sahabat adalah seseorang yang haruslah sevisi, dan persahabatan haruslah konstruktif...bukankah sahabat adalah representasi dari diri kita bukan? seperti apa kita , maka lihatlah orang terdekatnya seperti apa. So, I always be thankful to Him that i have a lot of best friends...yang selalu rela meluangkan waktunya, belajar banyak hal dari mereka, saling mengisi satu sama lain... 

Ah speechless rasanya jika mengingat hal itu. Pun setelah menikah , saya dan sahabat-sahabat saya menyadari benar jika kita tetap akan memelihara dan menjaga persahabatan yang ada. Bukankah sahabatmu , sahabatku juga? begitu fikir kami..lalu bagaimana dengan temana-teman semua? apa sependapat? Alhamdulillah, kenyataannya seperti itulah adanya. Dari beberapa sahabat , saya punya salah satu sahabat yang tau benar "diri saya" kebetulan moment yang terjadi dalam diri kami selalu berbarengan :D saat kami terhempas oleh cinta, saat kami merasa tertekan dengan masalah keluarga atau masalah kampus..selalu dan selalu kami saling berbagi. Dan saat ini saya begitu bahagia , saat saya mendapatinya insya allah telah menemukan pasangan jiwanya :) Saya melihat karakter yang saling melengkapi diantara mereka. Calon suami sahabat saya adalah orang yang saya lihat dan husnudzan saya orang yang sangat baik, lembut tapi juga memiliki ketegasan, punya visi yang jelas dan terpenting lainnya memiliki sisi spiritual yang baik :) dia juga orang yang sangat dekat dengan ibunya :) buat saya dan sahabat saya itu adalah salah satu kriteria yang wajib , musti, kudu ada dalam diri calon pasangan kami kelak...

Intinya saya merasa senang saat sahabat saya bahagia :) begitupun jika ia bersedih :) dan saat menemukan belahan jiwanya maka saya pun dan sahabat saya pun akan mengenalkannya dan ya kalo di bilang nge-date bareng ya memeng iya..hehe lucu kali ya? saat dah punya pasangan masing2 ..kemudian kami masih bisa seperti dulu bahkan terasa lebih ramai dan hangat karena hadirnya "sahabat, keluarga baru kami" ...berdoa dan berharap semoga persahabatan dan ukhuwah ini tak kan pernah berakhir dan mengantarkan kami pada surga-Nya kelak :) semoga Allah memberkahi dan memudahkan segala urusan dunia dan akhirat kita semua ^^

Spesial Dedicated For : Ciwit n Ndra :) ga sabar banget pengen lihat kalian bersanding di pelaminan ;) love you all :) because of Him :-*

Senin, 28 Maret 2011

Monyet Aja Bisa Cari Duit :D *one of my contempletion ...

Lama ga nulis di blog bikin kangen sejuta rasa, demo shou ga nai naa...terpaksa nih blog dicuekin dulu :D hehe. Btw on the way bus way, saya ingin berbagi sedit tentang judul diatas. Kalau teman-teman tahu Bandung, tentunya tahu pula pasar kaget yang ada di daerah monumen perjuangan rakyat Jawa Barat dan sekitar lapang Gasibu (depan Gedung Sate Bandung) ^_^ Nah di pasarkaget ini ada banyak "kreativitas manusia" disana..kenapa saya bilang begitu? karena asli , sumpeh dah ..disana buanyaaaaak banget penjual barang-barang hingga entertainer seperti contoh foto di bawah ini ,...cekidot guys :D









hehehe sumpeh lucu banget kan? :D tapi kemudian selintas tepikir di benak saya..."monyet aja bisa cari duit" lalu bagaimaa dengan manusia yag diberi Tuhan segala potensi diri?? apa ga malu? saya jadi teringat akan diri dan orang-orang yang "pemalas" ga mau berusaha...kerjaannya cuma nongkrong :( kerja aja milih-milih karena gengsi "aduh plis dweh! hari gini gengsi??! ga jaman kali!! halooo...emang orang lain peduli apa kita makan apa ga hari ini ? emang mereka peduli kalo keluarga kita butuh dinafkahi? anak-anak butuh uang saku, spp dll. Yang pasti asal HALAL kenapa tidak bukan?? saya jadi teringat kepala sekolah saya ketika beliau bilang "langkah besar itu di mulai dengan langkah kecil" saat itu saya coba resapi kata-kata beliau dan saya baru mengerti sekarang makna tersebut. Ya, saya teringat kisah saya ketika pertama kali lulus, kemudian mengajar dengan gaji yang hanya 50 rb saja sedang transport dua kali lipat :D so, yang ada nombok ;) saya juga pernah jualan makanan...so?? kenapa kudu gengsi? saya sungguh malu jika saya hanya menjadi "penonton" so...come on keep on spirit GUYS...kita itu punya potensi LUAR BIASA, jangan malu untuk memulai sesuatu yang mungkin ga "bergengsi" but everyone they have their own way bukan? jalanku, jalanmu dan dia tentu saja berbeda ;) ...wallahu'alam

Rabu, 16 Maret 2011

Apa yang Bisa Dibanggakan...



Apa yang patut dibanggakan dari mahluk yang bernama manusia?
Ciptaan-Nya yang berasal dari setetes mani yang menjijikan
Yang kemudian membentuk gumpalan darah
Dari gumpalan tersebut perlahan Dia tiupkan “ruh” disitulah fase sebuah perjalanan dimulai…
Disitulah “takdir” bermula yang tertulis pada Laufuzh Mahfudz…
Takdir  yang memiliki pilihan-pilihan dengan serentetan konsekwensi-kensekwensi bukan?...


Ah, Manusia…
Apa yang bisa kau banggakan?
Semua hanya titipan…
Kecantikan dan kegantenganmu, hartamu, kepintaranmu semua adalah milik-Nya semata…
Wibawa da karismamu juga bukan milikmu…
Apa sulitnya jika Dia mencabut dan mengambil kembali titipan-Nya?
Apa sulitnya membuka aib kita jika Dia berkehendak?
Maka apalagi yang bisa kita banggakan?!


Sahabat dunia ini hanya sekejap saja…
Maka apa yang bisa kau banggakan?
Semua akan musnah , hilang bak ditelan bumi…
Kecantikan dan kegantenganmu, hartamu, kepintaranmu semua menjadi tak berarti lagi..
Apa yang bisa dibanggakan?
Mau sombong? Silahkan!!
Tapi jangan salahkan Dia jika dibatas kesabaran-Nya Dia ambil kembali semua milik-Nya…


Ah, manusia....manusia…
Tertawa aku dibuatnya, saat melihat orang yang begitu bangga dengan kekayaannya
Tertawa melihat kekaguman diri atas kecantikan, kegantengan dan kepintarannya
( Berharap aku pun tidak seperti itu ^^ )
Jika pun Dia memberimu kelebihan, bukan lantas membuatmu sombong…
Bersyukurlah, taatlah pada-Nya maka Dia akan menambah nikmat-Nya padamu…

Ayo kawan…
Segera kita renungkan, segera kita evaluasi diri kita…
Mungkin ada setitik kesombongan yang terselip dalam hati…
Maka bertaubatlah, berubahlah menjadi lebih baik dan terus lebih baik…
Biarkan Dia bangga dan tersenyum saat memandang kita…
Karena hati yang tunduk, pasrah pada ketaatan pada-Nya semata…

Wallahu’alam bishshowab…

“Sesungguhnya aku hadapkan wajahku pada Tuhan yang menguasai langit dan bumi, maka saksikanlah..shalatku, ibadahku , hidup dan matiku hanya untukmu..maka ingatkan kami selalu akan-Mu, akan hakikat penciptaan kami agar kami tak menjadi manusia-manusia sombong dan berilah kami kemampuan untuk melakukannya...amin “

Sabtu, 29 Januari 2011

Muhasabah Cinta...


Wahai pemilik nyawaku
Betapa lemah diriku ini
Berat ujian dari Mu
Kupasrahkan semua pada Mu

Tuhan baru kusadar
Indah nikmat sehat itu
Tak pandai aku bersyukur
Kini ku harapkan cinta Mu

Reff
Kata kata cinta terucap indah
Mengalir berdzikir di kidung do’a ku
Sakit yang kurasa biar
Jadi penawar dosaku

*
Butir butir cinta air mataku
Terlihat semua yicang Kau beri untukku
Ampuni khilaf dan salah selama ini
Ya Illahi Muhasabat cintaku

Tuhan kuatkan aku
Lindungiku dari putus asa
Jika ku harus mati
Pertemukan aku dengan Mu

Taken From Edcoustic Lyric
Foto :hikarime-nisahs.blogspot.com

Minggu, 07 November 2010

Unexpendable Love... ^.^


Manusia memang egois
Selalu mau menang sendiri
Kala marah dan kecewa . langsung mengugat Dia!
Mengatakan Dia kejam , meski dalam hati…

Sungguh sangat tidak adil…
Tak pernah berpikir bahwa betapa sering kita mengecewakanNya
Tak pernah berpikir betapa sering kIta membuatNya marah dan murka
Tapi Dia selalu menunggu kita di pintu maafNya
Menunggu dan menunggu  tanpa lelah…
Memaafkan dan terus memaafkan sebesar apapun dosa dan kesalahan kita,,
Padahal jika Dia mau, dengan mudahnya Yang Maha Berkehendak bisa saja membinasakan kita
Memberikan kita azabNya dalam sekejap
Dalam hitungan detik ,
Dalam satu kali kedipan atau bahkan …
Dalam bilangan waktu yang sangat cepat
Hingga kita tak mampu lagi menghitungnya…
Seperti halnya umat-umat terdahulu…kisah Tsamud, Luth….
Seharusnya kita belajar dari kaum tedahulu 

Tapi untungnya Dia tak begitu…
Untungnya Dia bukan kita meski  Dia Dzat yang Maha Pencemburu
Tapi Dia juga Dzat Yang Maha Sabar…
Maha Pengasih dan Penyayang…
Dengan sifatNya yang Maha Rahman dan Maha Rahiim..
Selalu memberi  nikmat yang tak pernah ada habisnya ..
Selalu memberi cinta dan kasih sayang yang tak jua habis…
Unexpendable Love….

Semoga sifat Ar Rahman dan Ar Rahiimnya senantiasa ada dalam diri2 kita ..
Unexpendable love …

Foto : dianadelia.wordpress.com

Jumat, 29 Oktober 2010

Wakaranai Koto...


Berada dalam ketidakpastian... 
Membuatku belajar...
Untuk berhati berani ...
Berani mengambil keputusan...
Meskipun dengan segala resiko...
But i've no choice...
Hanya itu yang bisa kulakukan...
Aku sudah coba melakukan apapun yang bisa kulalukan, i'll do the best...
Nankai mou tazuneta...
何回もたずねた。
Demo itsumo kotae wa ambigu da ne...
でもいつも答えはアンビだね。
Saigo no tameni, onaji koto o tazuneta...
最後のために、同じことをたずねた
Kotae wa, oboete iru? shitta? realized what u said?...
答えは覚えてる、知ってる。。。

Jitsu atashi...
実はあたし
Kanashikute...
悲しくて
Samishikute...
寂しき手
Kokoro ga itami o kanjite iru...
心が痛みを感じている
Daredemo...wakannai..
誰でも。。。分かんない。。。
Nani ga kanjite iru...
何が感じている
Hm...
Okashii...hen yo...
おかしい。。変よ
Ima mo natsukashii...
今も懐かしい
Dou sureba ii ?...
どうすればいい。。。
Komatteru...
困ってる
Ima made memorii to momento ga mada wasurete dekinai...
いままでメモリーとモメンットがまだ忘れてできない
Anoo...kono bun...dare no tame?
あのお。。この分。。だれのため、、。
Bun dake kaitaka dou ka,wakanai...
分だけ書いたかどうか、分かんあい。
Atashi mou...ano koto ni tsuite... jiko ni sojiki ni koudou shita...
あたしもう。。あの事につぃ手て。。事故に祖時期に行動した
Kitto,anata ga mou shitteru...
きっと、あなたがもう知ってる
Andai saja prasangka ku benar...
Onaji koto wo kanjite iru...
同じことを感じてる
Sorede anata wa sojiki ni hanashita...
それであなたは祖時期に話した
Tabun kono koto wa okoranai...
多分、この事は起こらない
Please...be honest to your heart & self...be u'r self
Coz i did it...
If i'm not wrong with what i feel, gomen ne...^^

Now its your turn...
Chance ga atte...
チャンスがあって
Tabun kono saigo chance...
多分この最後チャンス
Ichido dake...
一度だけ

*oinori suru dake...hope...miracles ga kuru...mae ni shiawase ga aru...chotto,sukoshii jikan..gaman shinakerebanaranai...* ^^
お祈りするだけ。。ミレクルがくる。。。前に幸せ煮がある。。ちょっと、少しい時間。。我慢しなければならない^^

Sumber foto : cum atau ambil dari mbah google :D hehe

Jumat, 15 Oktober 2010

Yuk KIta Coba Lebih Bijak... ^_^

Sama seperti halya tubuh..tidak selamanya kuman dan virus itu buruk, tidak baik justru itu yang membangun imunitas tubuh. Begitu pun apa yang terjadi di sekeliling kita seburuk apapun setidak ideal apapun situasi dan kondisi yang kita hadapi…bukan berarti itu buruk dan tidak baik. Bukankah dengan hal itu kita terpicu mencari solusi terbaik? Bukankah disana idealisme dan prinsip kita teruji? Bukankah itu semakin menguatkan kita dan membangun “imunitas diri kita?”

Wahai kawan kita hidup di dunia realita , maka berpijaklah kebumi…jangan hanya melihat ke atas , memandang langit di atas sana dengan terkagum2 tanpa mau bergerak melakukan perubahan meski kecil dan dimulai dari diri sendiri! Cobalah untuk kita sama2 berpikir dan bertindak secara bijak...jangan cepat mengambil kesimpulan sendiri…

Miris dan sedih rasanya saat mendengar saudaraku berbicara “ masa ikhwan/akhwat ko gitu? Jadi suka senyum2 sendiri..jadi suka sms-an, chating-an..padahal dia IKHWAN/AKHWAT loh.. diingetin udah, tapi kayaknya ga ngaruh deh..jadi males ah!..makanya aku tinggalin aja dia!” (kalo dia jatuh cinta mang kenapa? mang ga pernah jatuh cinta? kalo dia ternyata mau niat serius kenapa? apa itu salah? mang ga boleh diskusi dan berteman dengan banyak orang? bukan dalam rangka mengumbar kata2 romantis picisan hanya untuk mengumbar nafsu..) atau saat ada kata2 begini “ Dulu ya si teteh itu jilbabnya gede ko sekarang gini? Si akang itu juga?” ok terus kenapa kalo gitu? Apa mereka bukan manusia yang juga ga butuh dipahami? Terus kita siapa?

Wahai kawan..saya percaya sekali bahwa setiap orang memiliki "pembelajaran yang unik dan berbeda" dari-Nya *karena kita ga pernah tahu alasan dibalik setiap tindakan dan perubahan yang terjadi dalam diri orang lain*, jadi please bijaklah sedikit (bisa jadi dia lebih baik dihadapan Allah, lebih ikhlas, lebih sholeh/ah karen Allah yang tau sebenar2 diri kita dan saudara2 kita) ..bukankah tindakan kita yg langsung men-jugde, membuat mereka semakin jauh? Bagaimana jika kawan kita merasa kecewa dan itu malah menimbulkan fitnah? Hingga yang dipersepsinya adalah “ islam itu katanya indah..katanya bersaudara tapi saat aku melakukan sedikit kekhilafan, mereka malah menjauh” hufh.. :(

Rasul adalah pribadi mulia dan sangat mengerti akan “manusia” dan “dakwah” tapi beliau begitu luar biasa dalam memahami umatnya…Maka, marilah sahabat kita bersama2 perbaiki niat, perbaiki ilmu kita, kalo perlu belajar psikologi perkembangan agar kita tidak salah dalam “memperlakukan” seseorang…bisa jadi mutiara itu belum terasah sahabat…dan kita yang diberi ladang amal oleh-Nya take it or leave it? Lagi2 itu adalah pilihan tergantung aku, kamu atau dia.. :) Wallahu’alam bish showab

Rabbi bantu kami untuk senantiasa berhusnudzan pada-Mu, pada apa pun yang membuat kami kecewa akan realita yang ada..pun pada saudara2 kami...jangan biarkan kami cepat sekali memberi kesimpulan dan menghakimi ..astagfirulahal adzim..Rabbana dzalamna anfusana wailamtagfirlana lana kunanna minal khasirin...Amin...

Rabu, 13 Oktober 2010

Bumi Cinta....

Begitulah judul novel yang baru ku baca kemarin. Novel karangan Habiburrahman El Shirazy..meski gaya penulisan serta temanya masih cenderung sama. Tapi tetap saja selalu memberi inspirasi,selain dari hal lain yang saya suka adalah wawasannya yang luas mengenai sejarah. Love this much...(jadi teringat ketika Rasulullah atau sahabat ya ? tentunya dengan redaksional kata yang berbeda menurut versi saya, yang mengatakan ajarkanlah anak2mu sastra karena darinya mereka bisa belajar kebijakan, kearifan, kebermaknaan hidup ,nilai2 kemanusiaan dll)
Dari novel tersebut saya teringatkan akan kasih sayang Allah ... Allah itu selalu ada, skenario-Nya begitu indah..bahkan teramat indah hanya kadang kita tak pernah menyadarinya. Pertemuan antara Ayass yang mengadakan penelitian sejarah di Rusia, seorang pemuda asal Madiun , belum menikah, lulusan universitas Madinah yang begitu taat dan Wara' ( sangat berhati2 dalam beribadah dan taat padaNya) dengan Yelena (nonilk rusia yang berprofesi maaf sebagai wanita panggilan papan atas, serta tidak mengakui Tuhan), Linor (nonik rusia berprofesi sebagai jurnalis, di akhir cerita baru mengetahui bahwa ia sebenarnya adalah anak Palestina. Ibunya bernama Salma Abdul Aziz seorang dokter, ahli bedah tulang palestina,mujadihah yang akhirnya mendapatkan syahid kemudian menitipkan putrinya yang bernama Sofia Abdul Aziz pada rekan relawan yang kini menjadi ibu angkatnya). Pertemuan yang mungkin awalnya tidak diinginkan karena sangat menguji iman seorang Ayass, lelaki normal..dengan segala kecantikan dan godaannya. Belum lagi ujian profesor pembimbingnya yang bernama Sarah..hufh...banyak konfik batin dalam diri....tapi semua ia sandarkan pada Allah semata. Tidak ada yang kebetulan dalan hidup semua sudah terencana dengan begitu rapi dan indah...hingga di akhir cerita semua terlewati meski berdarah2...Ayass tetap istiqomah serta Allah menganugrahkan HIdayah dan Inayah bagi Yelena dan Linor... Allahu Akbar...
YA ALLAH TETAPKAN KAMI DALAM KEIMANAN DAN KETAATAN PADA-MU...
AMPUNILAH KAMI DARI APA YANG TIDAK KAMI KETAHUI DAN YANG KAMI KETAHUI
INGATKAN KAMI ..HINGGA HATI DAN SEMESTA PIKIR INI HANYA TERINGAT PADA-MU
INGATKAN KAMI AKAN KASING SAYANGMU YANG TAK PERNAH BERKESUDAHAN...
ANUGRAHAN KAMI SELALU HIDAYAH , INAYAH, SERTA KEKUATAN U MELAKUKAN APAPUN YANG KAU PERINTAHKAN..
SESUNGGUHNYA KETAATAN KAMI YANG KAMI LAKUKAN SEMATA@ UNTUK KAMI SENDIRI BUKAN UNTUK ENGKAU...
KARENA ENGKAU DZAT yang TIDAK MEMBUTUHKAN apapun...

Pelajaran Pertama di 1 syawal ... ^.^

1. Duh suka sakit hati, sebel, miris, kesel dan sedih ma ortu yang galak ama anaknya, apa2 maen bentak, apa2 langsung pukul atau jewer telinga >.< . Apa ga da cara lain apa yang lebih bijak? itu anak jadi pendiem banget! ditanya ga jawab, responnya lambat...ibu dan ayahnda..please deh jangan perlakukan mereka begitu, jangan matikan karakter mereka, jgn redupkan masa depan mereka dengan perilaku yang tidak baik :( . Inget loh anak itu amanah yg harus dijaga baik2. Diluar sana masih banyak pasangan yag menantikan putra/i yg blm kunjung datang padahal pernikahan sudah lebih dari 2 tahun, masih ada ikhwan/akhwat yg msh *jumpalitan mencari sang pangeran/putri..xixixi :D jika meminjam istilah Shelina Zahra Janmohamed*semoga ga da lagi kasus kayak gitu...hufh..

2. Berkaca dari kejadian hari ini yang ditemui...pikir punya pikir masalah jodoh tidak sekedar hanya "pasrah , gimana Allah" tapi melupakan ikhtiar optimal yg seharusnya dilakukan dalam pencarian jodoh. Makanya dalam islam kenapa agama, keturunan nasab didaluhukan daripada sesuatu hal yg sifatnya fisik. Logikanya orang yang punya agamanya "baik" *baik ga sekedar tatanan wacana berpikir dan keilmuan aja , tapi juga aplikasinya * tentu akan selalu hati2 dalam hidup, begitupun dengan keturunan yang baik2...termasuk lingkungan yang baik. Pola pikir seseorang bener2 mempengaruhi cara pandang dalam memandang sesuatu yg kemudian ditindaklanjuti pd tataran aksi ( ga ada tuh alesan yg saya liat karena dia org kampung makanya norak, makanya ga ngerti ngasuh anak!? duh bukan itu kali akar masalahnya! orang yg ga "berpendidikan" dalam arti mengenyam pendidikan tinggi belum tentu ga bijak ! banyak tuh ayah dan ibunda yang subhanallah banget dah...dengan kesederhaan mereka , mereka bisa menghasilkan generasi2 yang sholeh/ah , sukses dunia akhirat..)

Selasa, 12 Oktober 2010

"Oleh2 27 Ramadhan ..." ^^


"Oleh2 27 Ramadhan ..." ^^

Seorang nenek bercerita padaku " Nak, beruntunglah kita hidup di negara ini dengan segala budaya ketimurannya. Aku sudah banyak berkeliling ke banyak negara ... kasihan sekali mereka, menikmati masa tua dalam kesendirian. Hidup tanpa ikatan hanya sekedar suka atas suka. Kutemui terakhir seorang pria paruh baya dia bercerita pada ku " Nek beruntung sekali suami nenek, karena ada yang mengurusnya, mencintainya dan berada disampingnya..sedang aku? aku adalah seseorang yang tengah menanti ajal karena sakit kanker paru yang kuderita. Aku tinggal lama di luar negri, kuliah S1,S2 kuselesaikan disana. Kesuksesan pun kuraih..harta kudapat, hidupku bergelimang kenikmatan dunia...hidupku teramat bebas pikirku asal bertanggung jawab kenapa tidak? tak terpikir untuk menikah cepat2 ..kini baru kusadari jika aku butuh seseorang yang menjagaku, mencintaiku dengan tulus..ah andai saja dulu aku tak tergoda dengan segala kesenangan dunia semu. Aku memutuskan untuk pulang ke Indonesia karena sakit yang kuderita juga karena aku tak tahan ejeken mereka terhadapku sebagai "warga dunia kelas dua" kudapati diskriminasi.. Kini saat aku terlambat menyesalinya aku hanya bisa pasrah, hartaku diambil oleh adik iparku, tak ada yang pduli..." Begitulan Nak, terserah dirimu mau memaknai cerita ini seperti apa...yang pasti semoga hal ini tidak terjadi pada kita, maka maknailah hidup, punyalah visi misi hidup agar kau tau arajh mana yang kau tempuh. Jangan tergoda oleh kebahagiaan semu, tanya pada hatimu yang terdalam, apa yang sebenarnya kau ingingkan dalam hidup ini?dan pintar2lah merasa ..."

Nenek yang sholehah jazakillah ats nasihat dan pencerahannya nya :) smoga kita semua bisa terus belajar...amin