Assalammu'alaikum,,,Irasshaimase,Wilujeng Sumping, Selamat datang ^_^

Jumat, 15 November 2013

Lihatlah Aku...

Ayah,ibu tolong jangan risaukan apa yang belum dapat kulakukan, lihatlah apa yang sudah kulakukan,lihatlah lebih banyak kelebihanku.

Ayah,ibu aku memang blm bisa berhitung tetapi lihatlah aku, aku bisa bernyanyi dan selalu tersenyum ceria.

Ayah,ibu jangan keluhkan aku tidak bisa dia, lihatlah energiku ini,bukankah kalau aku jd pemimpin aku butuh energi sebesar ini.

Ayah,ibu jangan kau bandingkan aku dengan anak lain,lihatlah, aku tak pernah membandingkanmu dengan orang tua lain, aku hanya satu.

Ayah,ibu jangan bosan dengan pertanyaan-pertanyaanku,lihatlah besarnya rasa ingin tahuku, aku belajar banyak dari rasa ingin tahu.


Ayah,ibu jangan bentak-bentak aku,lihatlah,aku punya perasaan,seperti engkau juga memilikinya,aku sedang belajar memperlakukanmu kelak.


Ayah,ibu jangan ancam-ancam aku,seperti engkau juga tidak suka diancam orang lain,lihatlah,aku sedang belajar memahami keinginanmu.


Ayah,ibu jangan lihat nilaiku yg rata-rata ,lihatlah,aku melakukannya dengan jujur,lihatlah,aku,sudah berusaha.


Ayah,ibu aku memang belum dapat membaca,tapi,lihatlah,aku dapat bercerita,pada saatnya aku akan bisa,aku butuh engkau percaya.


Ayah,ibu, aku memang kurang mengerti matematika,tapi lihatlah, aku suka brdoa, dan aku senang sekali mendoakan yang terbaik untukmu.


Ayah,ibu,aku memang banyak kekurangan,tapi aku juga punya kelebihan,bantu aku agar kelak kelebihanku berguna bagi sesama.


Ayah,ibu,hubungan kita sepanjang zaman,bantu aku mengenalmu dengan cara aku belajar bgaimana engkau mengenalku.


Ayah,ibu,aku ingin mengenangmu sebagai yang terbaik,ajari aku dan lihatlah yang terbaik dariku sehingga aku bangga menyebut namamu.


Ayah,ibu,semoga kita punya cukup waktu untuk saling mengenal dan memahami, aku belajar melihatmu dari cara engkau melihatku.


*dikutip dari buku Anak Juga Manusia*

 ~T_T~ meleleh abis bacanya...ya allah mampukan kami agar dapat mendidik dan menjaga amanah-Mu sebaik-baiknya. Jadikan keturnan kami menjadi anak yg shaleh/ah. Anugerahkan kepada kami kesakinahan mawahdah warahmah. Berikan kami kesehatan dan rezeki yg halal. Serta jdkan kami hamba2 yg pandai bersyukur dan selalu mengingatmu...aamiin

Aku Anakmu



Pagi ini aku berharap ,melihat senyum, tetapi tak kudapatkan, mungkin engkau lelah karena bangun lebih pagi dariku.

Pagi ini aku berharap engkau menyapa dengan manis, tetapi engkau sibuk harus menyiapkan bekalku dan saudaraku.

Berangkat sekolah, aku berharap engkau menyemangatiku, tapi aku maklum karena engkau juga buru-buru ke tempat kerjamu.

Di sekolah, aku melihat barisan angka-angka yang membosankan, aku membayangkan alangkah asyiknya jika engkau menjadi  guruku.

Siang tiba, setumpuk PR sudah diberi guru, aku membayangkan nanti malam akan kukerjakan bersamamu.

Tibalah aku di rumah, sepertinya ada yang menyambutku, oooh ternyata hanya suaramu di pikiranku.

Saat aku makan siangku menunggu teleponmu atau aku saja yang menghubungi ya, ah aku takut mengganggu pekerjaanmu.

Sore pun tiba, aku bermain bersama teman-teman, permainanku seru sekali, semoga nanti malam dapat kuceritakan padamu.

Waahhhh, ternyata sekarang lompatanku lebih tinggi dan lariku pun lebih cepat, seandainya engkau ada melihatku.

Tibalah saatnya aku mandi, aku tidak sabar lagi bertemu denganmu, kan kuceritakan hari ini padamu agar engkau bangga padaku.

Seusai mandi aku diberi tahu kalau engkau akan pulang terlambat, tak apalah akan kukerjakan dulu PR-ku.

Akhirnya, engkau pulang, aku menyambutmu, tetapi engkau katakan engkau lelah, baiklah masih ada waktu.

PR-ku sudah selesai, engkau juga sudah selesai mandi, aku berharap masih ada sisa tenaga darimu untuk bermain denganku.

Namun, tampaknya tenagamu tidak cukup dan engkau mmilih BBM-an dengan teman-temanmu, tidak apa mungkin itu penting bagimu.

Saatnya tidur, aku berharap ada cerita untukku dan kecupan di kening, tetapi  engkau hanya mematikan lampu untukku.

Aku hampir menangis, berdoa pada Tuhan AGAR DAPAT MEMBELI WAKTUMU, AGAR DAPAT MEMBELI PERHATIANMU.

Malam ini berlalu dan pagi pun tiba, tiada yang berubah semua masih sama, semoga ada sedikit keajaiban untukku.

Ayah, ibu, aku sangat mencintaimu, aku siap menghiburmu jika semua acara TV membosankan untukmu.

Ayah, ibu , sekarang di kelas ada pelajaran menulis cerita, aku akan menulis kisahku, semoga suatu hari engkau membacanya .

Tertanda anakmu,

#Taken From : Anak Juga Manusia penulis Angga Setyawan penerbit Noura Books#

Tercenung dan berkaca-kaca  setelah membaca tulisan ini, sambil menatap Hiro yang sedang tidur, kubisikkan di telinganya “Nak doakan bunda dan ayah agar bisa menjadi sebaik-baik orangtua yang shaleh/ah….agar saat kelak ketika diminta pertanggung jawaban di hadapan-Nya kami bisa mempertanggungjawabkannya dan jadilah engkau anak yang shaleh yang bermanfaat bagi orang lain dan rahmat bagi seluruh alam…aamiin “


Sabtu, 19 Oktober 2013

A Thousand Years - Christina Perri Boyce Avenue acoustic cover lyrics (o...


見た とき 、この ビデオ は ”あなた” に 思い出す...sempat merasa takut untuk jatuh cinta lg, tp takdir dan kehendak-Nya membuat aku tak kuasa untuk menolak...ksungguhanmu dan petunjuk-Nya akhirnya memantapkanku untuk melabuhkan hati pada dirimu yg telah Dia pilih mengisi hari2ku... just 4 my lovely husband may allah leads and guidence us is His way, make our little family sakinah mawahdah warahmah...aamiin :)

Rabu, 09 Oktober 2013

Okaasan ni natte...

Perjalanan Menjadi Seorang Ibu...


Tak terasa hampir 1 tahun pernikahan kami...
Di saat ini pula Allah mengaruniakan "malaikat kecil" bagi kami berdua...
Bahagia menylusup saat mengetahui diri ini hamil...
Kunikmati setiap fase yang ada...
Hingga saat itu tiba...

Kamis, 26 September bidan memberitahukanku jika telah terjadi pembukaan
Perjalanan panjang dimulai, tapi tenyata Allah masih menguji kesabaranku....
Semua cara sudah dilakukan dari mulai naik turun tangga, jalan-jalan, jongkok, tidur dengan posisi miring kiri-kanan yang konon katanya dapat memperlancar "jalan lahir si bayi"....
Hingga dilakukan induksi pun terpaksa dilakukan...

Ternyata tak jua berbuah hasil...
Hingga akhirnya dokter obygn menyarankan untuk segera melakukan "caesar"...
Saat itu aku benar-benar shock...Ya Allah , aku ga mau ...kenapa selama ini tidak ada indikasi ke barah sana?...
Setiap kali aku USG semua dokter obygen mengatakan posisinya sudah bagus...
Apalah artinya manusia...
Ada Allah yang Maha segalanya...
Dia yang Maha Mengatur...

Dalam tangis yang membucah...
Aku berkata pada-Nya...
Rabbi, tolong aku tak ada yang tak mungkin bagi-Mu...
Aku sudah berikhtiar, engkau pun tau kemampuan hamba-Mu...
Ada takut dan khawatir menyelusup...
Akhirnya hanya bisa pasrah pada takdir dan rencana-Nya...
Kucoba kuatkan diri...
"Bukan tanpa maksud, ini jalan terbaik untukku yang telah Dia putuskan..."

Rabu, 2 oktober 2013 pukul 15.00  operasi pun dilakukan...
Berbaring tak berdaya, hanya mampu berdzikir dalam hati...
Rabbi, ampuni segalo dosa dan kesalahanku...
Aku tidak tahu apakah masih ada waktu untuku?...
Kuserahkan hidup dan matiku hanya pada-Mu...

15.34 pecahlah suara tangis bayi...
Suanya begitu kencang memecah keheningan...
Bulir air mata luruh membasahi pipiku...
Tangisku pun kemudian pecah...
Tangis kesyukuran dan bahagia atas lahirnya "malaikat kecilku"

Tubuhku yang lumpuh separuh pun mulai dipindahkan ke kamar perawatan...
Ibu, suami dan kakak datang menghampiriku...
Semua menangis bahagia , syukur jika ingat bagaimana perjuangan aku dan malaikat kecilku...

Kini . 9 Oktober tepat hampir 1 minggu sejak dirimu lahir...
Masih ada rasa takjud tak percaya...
Sesosok tubuh mungil berada di dekatku...
Tubuh yang masih ringkih, yang sebelumnya selalu ku ajak bicara saat ia berada di alam rahim..
Kami namai dia dengan nama yang smoga menjadi doa yang allah kabulkan...
Yang memiliki arti " hamba allah/manusia yang terpuji , murah hati dan kuat/berani"
Welcome my little angel "hiroshi"
"rabbi habbli minashshalihin...rabbana hablana min adzwajina wa dzuriyyatina quratta a'yun lil muttaqiina imaman..."

Allah yang Maha menggerakkan, begitu banyak doa, dan rezeki kami dapatkan ..moga Allah membalas segala kebaikan dengan sebaik-baik2 balasan...aamiin :)

Minggu, 26 Mei 2013

Menikah itu....


Tak seindah kisah negeri dongeng yang selalu diliputi kebahagian…
Menikah adalah saat layarmu terkembang, sebuah perjalanan dimulai…
Berlayar di atas samudera…
Sesekali akan ada ombak kecil menerpa membuat kapalmu sedikit terguncang…
Tapi jangan takut, teruslah berlayar …
Jika memang niatmu tulus semata untuk beribadah pada-Nya…
Insya allah pasti kau mampu melewatinya…


Kamis, 25 Oktober 2012

Lembayung Bali by Saras Dewi


10 tahun lalu Lagu ini jadi lagu favorit aku dan sahabat2ku di Litbang 2 (wit, neng, fit & pan)...berkaca2 tiap kali lagu ini diputar...ya kami memulai kerja dari nol,dengan kombinasi orang-orang baru yang kita semua "blank" dengan pekerjaan baru ini. Meski begitu kami tetap semangat dan optimis, bahwa kami bisa dan menjadi tim tersolid sepanjang masa hehe...tak terasa kepengurusan berakhir namun "ikatan" diantara kami tidak akan pernah putus...love u all ;)

"Masih kusimpan suara tawa kita...hingga masih bisa kurangkul kalian sosok yang mengaliri kita jawaan hidupku, bilakah kita menangis bersama tegar melawan tempaan..semangatmu itu..."

Rabu, 24 Oktober 2012

Someday


source:google image
Menjadi  tua itu pasti, menjadi dewasa itu pilihan
Someday…
Jika senja datang menjelang situasi dan kondisi seperti apa yang kau inginkan?
Tentu saja kau ingin dalam situasi dan kondisi menyenangkan….
Bahagia, tenang, damai atau sakinah mawahdah warahmah
Growth old together with your soulmate …
Bersama bapak atau ibu dari anak-anakmu…
Membimbing dan mengantarkan anak-anakmu hingga gerbang kemandirian...
Berkumpul bersama berbagi suka duka
Berbagi tawa ceria…

Someday ….
Ada masa dimana senja datang
Mungkin ada rasa sepi menyelusup
Saat semua buah hati telah beranjak pergi meninggalkanmu
Jarak dan waktu akan memisahkan kau dan mereka

Maka jika saat itu tiba…
Ingatlah saat ini seperti apa situasi dan  kondisi apa yang kau inginkan …
Ya, jika engkau kehidupan yang sakinah mawahdah warahmah…
Anak-anak yang sholehah…
Maka itu dimulai dari saat ini…
Saat kau memilih pasangan jiwamu…
Dengan proses apa kau menjalaninya…
Dari bagaimana kau mencari keridhaan orangtuamu…
Dengan bakti yang kau berikan pada mereka …
Bagaimana engkau membahagiakan mereka…

Maka jika saat ini perlakuanmu pada kedua orangtuamu masih belum baik
Maka perbaikilah baktimu pada mereka…
Karena keridhaan Allah turun melalui melalui ridha mereka…
Jika engkau dengan keihkhlasan, dan ketulusan menjaga dan merawat mereka…
Sebagaimana dahulu mereka merawat dan menjagamu sejak kau lahir ke bumi…
Percayalah keberkahan dan keselamatan akan terlimpah dalam hidupmu…

Wallahu’alam bish shawab




Senin, 13 Agustus 2012

Thanks To You-Richard Marx

Dedicated for my lovely mama, love you mam.. even in a thousand words "love" always it doesnt enough, Mama thanks to you :* ... proud to be ur daughter ...smoga bisa bersama denganmu kelak di jannah-Nya...aamiin

Senin, 11 Juni 2012

Maher Zain - So Soon | Official Music Video

Mengingatkan pada anak2 di negara konflik...like Palestin, Afganistan dll.. Semoga Allah senantiasa menjaga dan melindungi mereka..aamiin

Bersyukurlah...

source : google.com
Bersyukurlah atas segala nikmat yang Dia beri
Atas kesempatan hidup yang masih Dia beri
Atas kemampuan untuk bisa beribadah pada-Nya, meski kadang masih dengan jiwa yang “dipaksakan”
Tak mengapa …semoga dengan begitu Allah menganungrahkan kenikmatan beribadah mengabdi pada-Nya yang Esa
Atas kesehatan, keselamatan…
Atas keinginan dan kemampuan melakukan kebaikan..

Bersyukurlah
Karena atas izin-Nya kita ada iman dan islam dalam diri, yang dengan modal tersebut kita tau arah langkah kita…
Kita menjadi paham apa yang Dia inginkan…
Sebuah tanggung jawab dan kehormatan saat Dia menciptakan diri-diri kita..
Bukan tanpa maksud...
Bersyukurlah karena pasti ada peran kosong yang harus kita isi , ada peran kita (aku, kamu dan dia) disana…
Peran yang akan melengkapi puzzle peradaban …
Maka bersyukurlah, berbuatlah dari apa yang kita mampu dari langkah dan hal kecil, dan  mulai dari sekarang …
Semoga rasa syukur kita kelak dicatat sebagai amalan yang akan mengundang banyak nikmat-nikmat lain-Nya yang akan menghantarkan pada cinta dan ridha-Nya…aamiin…wallahu'alam.

Rabu, 06 Juni 2012

Belajar Untuk Menerima Ketidaksukaan

source : google image
 
Berada di sebuah divisi baru membuat saya sempat frustasi. Bagaimana tidak, saya yang selama ini nyaman dengan divisi lama saya yang berhubungan dengan bidang pendidikan sejak 2002. Tahun2010 diminta untuk mengurusi divisi lain yang notabene “ga banget” terkesan membosankan karena berhubungan dengan benda mati, tidak ada tantangan dan yang pasti saya tidak tahu gambaran yang harus saya kerjakan nanti. Awalnya saya hanya diminta membantu saja , karena saat itu divisi tersebut katanya “tidak ada orang”. Atasan saya berusaha meyakinkan saya jika saya tetap bisa beraktivitas di divisi tempat saya bergelut selama ini. 

Apa hendak dikata Maret 2011 mau tidak mau, Allah punya rencana lain secara mengejutkan pertengahan tahun lalu atasan saya mengatakan bahwa beliau akan pindah ke kota asalnya di wilayah Indonesia Timur, mendengar itu saya menangis ….saya katakan padanya betapa saya begitu sedih atas berita ini. Maklumlah hubungan kami sudah seperti saudara. Saya menganggap atasan saya tidak sekedar hubungan atasan bawahan namun  telah menganggap beliau sebagai kakak. Saya juga mengenal keluarga kecilnya secara dekat, kadangkala saya curhat pada istri beliau, tak jarang saya juga mengasuh putri-putrinya jika mereka di bawa ke kantor.  Saat saya menangis tersedu, protes terhadap berita mengejutkan ini beliau hanya berkata “ Cha , kalau boleh saya jujur, seharusnya saya lah yang paling bersedih. Saya sudah sangat lama beraktivitas disini hingga ini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan saya. Saya juga sedih karena berpisah dengan kalian (Chaca, Mira, Jim, Mamat dll), berpisah dengan adik-adik mahasiswa binaan kita selama ini, berpisah dengan semua orang dan hal yang ada disini. Saat saya bersedih dan mencari jawaban kenapa saya harus pindah Abah memberikan sebuah nasihat berharga “ Jangan kamu berpikir kamu ingin jadi apa, tapi berpikirlah Allah ingin kamu jadi apa?” Kami pun kembali terisak….

Kata-kata itu begitu melekat dibenak dan hati saya…ya saya pun harus selalu meluruskan niat, sepeninggal beliau saya harus berjuang di “tempat baru” saya…Saya tidak ingin melakukan sesuatu tanpa “hati”. Beberapa kali berpikir untuk mundur tapi kemudian kata-kata itu kembali tergiang-ngiang di telinga saya. Saya ambil air wudhu, dalam kegamangan saya adukan isi hati saya pada-Nya akan sedikit keputusasaan karena saya merasa tidak sanggup menjalaninya. Saat saya menyerahkan dan kembali pada-Nya , saya merasa bahwa Dia menunjukkan kemudahan-kemudahan yang saya artikan bahwa “I on the right right track, just move on,  Allah is always beside me ”. Di sini saya merasakan betul bagaimana “Allah” mendidik saya. Saya dididik akan “kesendirian” dan hanya Allah lah tempat bergantung. Ada saat dimana saya merasa sendiri, didik keras untuk lebih mandiri dan tegas, lebih mengefektikan waktu, belajar menempatkan sesuatu pada tempatnya, menerima ketidaksukaan baik yang berasal dari diri maupun oranglain , lebih legowo (meski kadang menahan air mata), mengontrol emosi meski saat itu saya sedang sangat marah, bernegosiasi dan menjadi moderator dll. Dan saat saya menyerah selalu ada sebuah bisikan “ masa gitu aja nyerah?! Coba dulu jangan nyerah dulu I won’t give up .. I don’t wanna be someone who walks away so easily, I’m here to make a difference that i can make. Our differences they do a lot to teach us how use tools and gifts we got  (Jason Mraz)...wallahualam bish showab